Baitullah : Rindu yang tak pernah padam

Baitullah : Rindu yang tak pernah padam
Baitullah : Rindu yang tak akan padam hingga ke akhirku...

Thursday, December 16, 2010

Ceramah Abu Bakar Ba'ashir Sebelum Ditangkap


Radical Islamic cleric Abu Bakar Bashir is escorted by police  officers as he leaves after signing his dossier at the district  prosecutor's office in Jakarta, Indonesia, Monday, Dec. 13, 2010. Bashir  was arrested in August this year for allegedly helping set up and fund a  new terror cell that was plotting high-pro.


Semoga Allah menolong orang yang menolong agama Allah. ameen.

Assalamualaikum pengunjung budiman. Sheikh Abu Bakar Ba'ashir, Amir Jamaah Ansorut Tauhid (JAT) di Banjar Patroman, Jawa Barat, pada 9 Ogos 2010, ditangkap dalam perjalanan menuju Solo, Jawa Tengah. Polis kemudian membawa Ba'asyir ke Mabes Polri (Polisi Republik Indonesia), Jakarta, dan tiba sekitar pukul 12.32 WIB. Ketika ditanya wartawan tentang penangkapan dirinya, Ba'asyir menjawab dengan tiga kalimat terpisah.

 “Ini rahmat Allah..., mengurangi dosa..., ini rekaan Amerika,” ujarnya.


Heavily armed police escort radical cleric Abu Bakar Bashir (C) at  South Jakarta prosecutors office on December 13, 2010 as the alleged  spiritual leader of Indonesian jihad, or holy war, was transferred from  his prison where he has been on remand since August. Indonesian  prosecutors promised a swift trial of radical cleric Abu Bakar Bashir  after police charged him with inciting others to commit terrorist acts, a  crime carrying the death penalty.

Dihadapkan ke mahkamah pada 13  Dis 2010 atas tuduhan yang 
boleh membawa kepada hukuman mati. 

Sebelum itu beliau sempat memberi ceramah agama di Masjid Ikhwanul Qorib, Bandung. 

Teriakan takbir bergema ketika ustadz Abu naik ke mimbar di tingkat dua masjid. Baasyir berceramah soal tauhid serta bagaimana menjalankan Islam dengan benar.Islam menurut Baasyir adalah idelogi tunggal. Ideologi ini tidak boleh disejajarkan dengan demokrasi. Bahkan   Baasyir menyebut demokrasi sebagai faham yang kurang ajar. Sebab demokrasi  berlandaskan suara manusia terbanyak. 


"Lewat demokrasi, untuk menjalankan hukum Allah harus minta izin manusia," katanya.
Ba'asyir mengutip pandangan salah satu imam, yang sempat memperingatkan soal demokrasi dan Islam. Imam itu meramalkan bahwa jika demokrasi dan Islam disatukan, hasilnya kacau bilau. 

Selepas ceramah Ba'asyir menyempatkan diri untuk bertemu wartawan. Dalam pertemuan itu Ba'asyir menjawab pertanyaan-pertanyaan soal ceramahnya itu. Berikut petikannya:




Ceramahnya sebelum ditahan adalah mengenai tauhid.

Wartawan : Apa garis besar ceramah Ustadz Abu malam ini?
ABB:  Jadi secara garis besar, kita dalam mengamalkan Islam itu perlu pemahaman yang benar. Pemahaman arti Islam itu, dalam pengertian yang benar, yaitu suatu idelogi yang paling benar dan  paling cocok untuk mengatur kehidupan manusia dan dunia. Kedua, kita harus memahami pokok Islam yang namanya Tauhid. Tauhid harus bersih, dan tauhid itu tidak cukup dengan diyakini dalam hati dan diucapkan lewat lisan, tapi juga harus dibuktikan dalam perbuatan. Itu  yang dicontohkan tadi, yaitu hidup hanya untuk mengabdi pada Allah.  Makanya hidup ini hanya untuk taat pada Allah dan harus  diatur dengan hukum Allah. Karena itu hidup hanya berasas tunggal dengan hukum Allah. Dari kehidupan pribadi sampai negara. Itulah tuntutan La Ilaha Ilallah. Itu saja kesimpulannya.

Wartawan: Mengenai Ahmadiyah, baru-baru ini ada penyerangan?

ABB:  Ya, itu semua -- Ahmadiyah dan lain sebagainya--  itu golongan-golongan yang memang dibentuk orang kafir untuk merusak Islam dari dalam. Ahmadiyah itu golongan murtad, JIL (Jaringan Islam Liberal) itu golongan murtad. JIL itu juga buatan orang kafir. Tujuanya untuk menghancurkan Islam dari dalam, mengobok-obok Islam dari dalam, itu lebih berat daripada diperangi dengan senjata. Kalau kita perangi dengan sejata itu ringan. Karena bisa membangkitkan semangat jihad. Tapi kalau diperangi dengan cara-cara itu, banyak orang Islam yang pemahamnya jadi keliru.

Serangan ini lebih berat. Jadi Ahmadiyah, JIL itu musuh Islam sebenarnya. Harus diusir dan mestinya itu harus diperangi oleh orang Islam. Tapi karena pemerintahnya bukan pemerintah Islam, jadi tidak diiganggu, malah dianggap sebagai Hak Asasi Manusia meskipun itu merusak (Islam) karena memang negara ini bukan negara Islam, tapi negara kafir.
Jadi semua itu meskipun merusak Islam dianggap hak asasi. Jadi tidak di apa-apakan, mestinya itu harus dilarang keduanya itu.

Wartawan: Bagaimana dengan masa yang menuntut Ahmadiyah dibubarkan?

ABB: Jelas, masa yang menuntut itu benar. Itu memang namanya Nahi Munkar. Jadi Ahmadiyah dan JIL itu bentuk kemunkaran. Lah orang Islam itu kalau tahu kemunkaran itu gak boleh diem. Harus dilawan. Yang tidak baik itu yang diem. Tidak  menaruh perhatian itu jelek.



Wartawan: Sebentar lagi Ramadhan, bagaimana dengan aksi sweeping?

ABB: Dalam Islam tadi, kita diperintah, kalau melihat kemunkaran kita harus segera menolak. "Kalau kamu melihat kemunkaran hendaklah kamu selalu menolak dengan tanganmu". kalau gak bisa, dengan hati. Jadi kemungkaran itu memang harus disweping. Sebenarnya kemunkaran itu di dalam Islam tidak terbatas pada bulan Ramadhan, kapan saja, kemunkaran gak boleh nampak. Kalau kemunkaran itu dilakukan sembunyi itu urusan dia. Tapi kalau nampak, harus selalu disweeping meskipun bukan bulan Ramadhan.

Wartawan: Mengenai caranya?

ABB: Cara ara yang paling baik, yang pertama itu dinasehati dulu. Kalau dinasehati tidak mau baru agak keras. Dalam persoalan seperti ini seharusnya pemerintah kosekwen. Mestinya itu dilarang oleh pemerintah. Sweeping dilakukan oleh polisi. Tujuannya untuk mencegah kekacauan.
Tapi yang terjadi, polisi melarang sweeping, akhirnya kemunkaran dibiarkan begitu saja.  

Wajah seorang mujahid.

Pada 13 Disember 2010,  Abu Bakar dihadapkan ke mahkamah atas tuduhan melakukan beberapa jenayah mengikut undang-undang antikeganasan, termasuk menyediakan dana untuk kegiatan pengganas dan menggalakkan orang lain melakukan keganasan, berhubung kem latihan militan yang ditemui di Aceh awal tahun ini.

“Dakwaan paling berat ialah dia menghasut orang lain supaya melakukan jenayah keganasan, yang membawa hukuman mati,” kata Ketua Pendakwa raya Indonesia.

4 comments:

  1. Salam 'alaik..

    hmm.. sistem demokrasi yg diwariskn olh penjajah.

    yg susahnya kn puan, glgn yg arif dan wara' peratusnya sgt kecil dlm kalangan rkyt yg b'suara.

    kucar-kacir di Parlimen, agama diketepikan dll.. adik sy yg umur 7 thn 2 pn geleng2 kepala tgk diorg b'sidang br2 ni.sedih tgk pemimpin2 kita yg gagal mncontohi Rasulullah s.a.w.

    ape2 pn insyaAllah, sy yakin suatu hari nanti umat Islam akn bangkit dan mudah2an kita t'golong dlm saf yg b'juang ke arah tu. amiin..

    ...Tiada daya aku tanpa-Mu...

    mekasih puan atas informasinya.. ^.^

    ReplyDelete
  2. Salam. Kita tidak bleh berimankan demokrasi. Kita gunakan demokrasi sekadar wadah yg telah tersedia utk berjuang. Al Banna, Tok Guru, dan semua ulama' menolak demokrssi. Cumanya tidak salah jadikan ia wadah utk bjuang kerana itu shj bi'ah yg telah wujud dtempat kita.

    ReplyDelete
  3. raja berpelembagaan dan demokrasi berparlimen..oh...

    ReplyDelete

Assalamualaikum pengunjung. Terima kasih atas semua komen-komen anda. Komenlah apa sahaja asalkan tidak tercatat dosa di dalam buku amalan anda(mencarut berdosa tau !).Terima kasih komen yg membina. Terima kasih juga komen yg menjatuhkan. Orang-orang hebat menjadi hebat setelah banyak kali bangun dari banyak kali kejatuhan. Akhirnya ia bangun dan tak jatuh-jatuh lagi.

LinkWithin

Related Posts with Thumbnails

terima kasih dariku...

Tajuk-tajuk saya

Menyentuh Hati-Peristiwa Almarhum Ustaz Fadhil Noor

Syuhada Chechen. Mereka telah memilih Syahid.